Sabtu di Blok M, Kuliner Boleh Viral, tetapi Helm Jangan Jadi Korban

Adnan

Adnan

Penulis

2 min baca
Cover image for Sabtu di Blok M, Kuliner Boleh Viral, tetapi Helm Jangan Jadi Korban

Hype Blok M dan Nasib Helm Anda

Sabtu, 17 Januari ini, kawasan Blok M dan Melawai sepertinya masih jadi tujuan utama. Wajar saja, karena mumpung long weekend, banyak yang ingin mencoba ramen atau sate yang sedang ramai di media sosial.

Sisi Lain Malam Minggu

Tapi mari bicara teknis soal kondisi di lapangan.

Parkir motor di area Melawai saat Sabtu malam itu padat luar biasa. Helm Anda biasanya punya dua nasib, antara ditinggal di motor yang berdempetan, atau ditenteng masuk ke area makan yang penuh asap panggangan. Dua-duanya punya konsekuensi sama, yaitu busa helm tetap menyerap bau di sekitar.

Kombinasi keringat saat macet di jalan dan paparan asap makanan di lokasi membuat interior helm jadi lembap dan berbau.

Mungkin malam ini belum terasa mengganggu. Tapi saat helm itu dipakai lagi Senin pagi untuk ke kantor, ceritanya beda. Bau sisa makanan bercampur apek keringat jelas bukan aroma yang nyaman untuk memulai minggu kerja. Fokus berkendara bisa terganggu, dan rambut pun jadi ikutan bau sebelum sampai tujuan.

Jangan Bawa Bau Asap ke Kantor

Solusinya praktis aja! Selesai urusan kuliner dan nongkrong, sempatkan mampir sebentar ke XFresh sebelum pulang. Tidak perlu drama mencuci manual di rumah. Masukkan helm ke mesin, tunggu sebentar sambil istirahat, dan helm sudah bersih kembali.

Pastikan Senin besok Anda berangkat kerja dengan gear yang segar, bukan dengan sisa aroma asap sate dari malam Minggu.

Artikel Terkait

Cover image for Jakarta Status 'Awas' Hingga 29 Januari: Jangan Simpan Helm Basah Semalaman.

BMKG menetapkan status Awas untuk Jakarta dan Banten. Kelembapan udara yang mencapai titik jenuh membuat pengeringan helm secara manual menjadi tidak efektif dan memicu jamur.

2 min
Cover image for Waspada DBD Jakarta: Cek Helm Kamu, Jangan Sampai Jadi Sarang Nyamuk.

Jakarta Barat mencatat 503 kasus DBD sejak Oktober, sementara Jakarta Timur sudah tembus 61 kasus di awal Januari 2026. Helm lembapmu mungkin adalah salah satu dari tempat persembunyian mereka juga.

Cover image for Helm Kecebur Banjir di Daan Mogot & Kemang? Awas, Jemur Doang Gak Cukup.

Air banjir Jakarta adalah campuran limbah got dan kotoran tikus. Mengeringkan helm saja tidak cukup untuk membunuh bakteri yang kini bersarang di cheek pad.