5 Tips Merawat Helm Saat Musim Hujan di Jakarta
Adnan
Penulis

Kepala Anda bau apek setiap pagi? Itulah yang terjadi ketika helm Anda berbau seperti lemari pakaian yang terkunci di ruang bawah tanah selama enam bulan. Jakarta + musim hujan, sebuah kombinasi sempurna untuk bencana higienis di kepala Anda.
Bau itu bukan hanya soal ketidaknyamanan. Staphylococcus bacteria berkembang di helm yang lembap, bersiap-siap mengundang jamur, gatal di kulit kepala, dan jika terus diabaikan, bisa jadi dermatitis atau lebih parah lagi. Tapi yang paling menjengkelkan? Helm yang bau seperti itu membuat Anda merasa seperti pembawa pestisida hidup.
Masalah dimulai dari sini, dimana mayoritas pengendara di Jakarta membiarkan helm basah menggantung di motor seperti kain lap yang terlupakan. Pulang hujan lebat. Helm masih basah. Helm dilihat dari jendela kamar kost, tergantung dengan ringan, menunggu matahari esok hari, padahal sinar matahari langsung justru akan merusak lapisan protective helm. Keputusan bodoh, tapi konsisten dilakukan jutaan orang.
Jakarta punya curah hujan rata-rata 2.500 mm per tahun, dengan hari hujan mencapai 180 hari. Artinya, setengah tahun helm Anda berada dalam bahaya lembap permanen. Ketika Anda tidur, air genangan di jalan menguap, uap masuk ke basement atau parkir tertutup yang berbau minyak dan lumpur, lalu helm Anda menghirup semua itu sambil menunggu pagi hari.
Inilah lima cara praktis yang bisa dilakukan tanpa perlu membeli peralatan mahal atau menghabiskan waktu berjam-jam.
Lepas Lapisan Dalamnya dan Biarkan Helm Bernafas
Helm itu seperti rumah. Jika tidak ada ventilasi, akan bau. Lapisan dalam (inner padding) helm dapat dilepas dari sebagian besar helm modern, khususnya helm full-face dan modular. Lepas padding itu, keringkan terpisah. Biarkan helm kosong bernafas di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik.
Bagian dalam helm memiliki area kerutan dan lipatan, tempat ideal bagi lembap untuk bersembunyi. Dengan padding dilepas, udara bisa menjangkau setiap sudut. Jangan letakkan di matahari langsung (karena lapisan pelindung helm akan kusam dan retak), tapi letakkan di jendela kamar atau dekat AC yang mengalirkan angin. Dua hingga tiga hari, helm akan kering sepenuhnya jika sirkulasi udara teratur.
Padding itu sendiri bisa dicuci dengan tangan menggunakan air hangat dan sabun ringan, kemudian keringkan angin-anginan juga.
Keringkan Helm Setelah Pulang, Jangan Menunggu Besok
Banyak yang berpikir, "Nanti saja saat pagi atau ketika ada waktu luang." Justru itu salah. Bakteri menyukai lingkungan hangat dan lembap. Satu hingga dua jam pertama setelah helm basah adalah jendela emas untuk menghambat pertumbuhan jamur.
Begini praktisnya, ketika sampai kantor atau rumah, lepas helm. Pegang dengan satu tangan, anginkan helm itu dengan tangan Anda sendiri sambil berjalan menuju kamar atau meja kerja. Kalau di kantor, letakkan helm di dekat jendela atau AC outlet. Tidak perlu ritual khusus, cukup pastikan ada aliran udara yang konstan mengenai permukaan helm.
Jika helm masih cukup basah, keringkan bagian luar dengan handuk bersih (jangan digosok kasar, cukup tepuk-tepuk lembut). Bagian dalam, biarkan terkena udara.
Logikanya sederhana nya semakin cepat helm kering, semakin singkat waktu bakteri memiliki kondisi ideal untuk berkembang.
Visor dan Bagian Kaca Perlu Perhatian Khusus
Visor atau kaca depan helm adalah area yang sering terlupakan. Air genangan Jakarta tidak murni hanya air saja, tetapi ada campuran oli, debu, bakteri dari sistem drainase. Ketika hujan lebat, cipratan dari puddle masuk ke celah antara visor dan helm shell. Area itu menjadi inkubator kelembapan yang sempurna.
Lepas visor jika memungkinkan (kebanyakan helm full-face memiliki mekanisme ini). Biarkan helm tanpa visor selama beberapa hari, sehingga udara bisa masuk ke celah-celah tersebut. Jika visor tidak bisa dilepas, coba gunakan bantuan udara dan letakkan helm di depan kipas angin (bukan langsung di depan AC, karena perbedaan suhu drastis bisa merusak lapisan visor) selama beberapa jam.
Bersihkan visor dengan kain microfiber lembut, tidak boleh menggunakan tissue atau kain kasar yang bisa meninggalkan goresan.
Gunakan Tempat Penyimpanan dengan Ventilasi Baik, Hindari Basement
Parkir di basement adalah pilihan terburuk untuk helm. Area tersebut lembap, minim sinar matahari, dan mengandung uap minyak dari kendaraan lain. Helm yang disimpan di basement selama semalam akan lebih lembap ketika pagi tiba dibanding ketika Anda meninggalkannya.
Jika Anda tinggal di rumah, simpan helm di garasi atau ruang muka yang memiliki sirkulasi udara alami. Jika tinggal di kost atau apartemen tanpa garasi, bawa helm ke dalam kamar, lalu letakkan di tempat tinggi, dekat jendela atau AC, bukan di tas atau locker yang tertutup.
Beberapa orang kreatif menggunakan hanging organizer (semacam tas gantung berlubang) untuk menyimpan helm supaya air bisa mengalir keluar, dan udara bisa bersirkulasi. Biaya sekitar dua puluh hingga lima puluh ribu rupiah.
Pembersihan Berkala dengan Produk yang Tepat
Sebulan sekali, minimal, lakukan pembersihan menyeluruh. Helm full-face atau half-face bisa dibilas dengan air hangat yang mengalir lambat, hindari air yang terlalu kuat yang bisa membawa bakteri ke dalam lapisan interior. Gunakan sabun cuci piring yang lembut untuk bagian eksterior shell.
Bagian interior diusap dengan kain lembut yang sedikit basah, bukan dicuci langsung. Jika sudah terlalu berbau atau menunjukkan tanda-tanda awal jamur (noda gelap atau bau menyengat), gunakan produk pembersih khusus helm yang aman yang ada di pasaran dengan harga terjangkau dan efektif mengatasi jamur.
Setelah pembersihan, jangan langsung digunakan. Keringkan helm selama semalaman dengan cara yang sudah dijelaskan sebelumnya.
Kesimpulannya, helm yang kotor dan lembap tidak cuma soal bau atau rasa tidak nyaman. Itu tentang kepercayaan diri Anda ketika mengenakan helm di atas kepala, tentang kesehatan kulit kepala Anda, dan tentang berapa lama helm itu akan bertahan sebelum material dalamnya mulai membusuk dan tidak bisa diperbaiki lagi.
Helm bersih memberikan efek psikologis yang nyata. Kepala terasa lebih ringan, kulit kepala tenang, percaya diri meningkat. Ketika Anda mengenakan helm yang fresh, bukan yang berbau seperti got tertutup, perbedaannya langsung terasa, perjalanan terasa lebih menyenangkan, fokus berkendara lebih baik, dan Anda tidak perlu khawatir teman satu kantor mencium aroma "aneh" dari kepala Anda.
Untuk solusi instan yang lebih efisien, ada layanan profesional yang kini hadir di Jakarta, XFresh. Layanan pembersihan dan perawatan helm dengan teknologi yang tepat, tanpa merusak material, dan dengan hasil yang terlihat jelas dalam sekali kali pemakaian. Helm Anda tidak hanya bersih, tetapi truly fresh, dengan perlindungan ekstra terhadap lembap dan jamur untuk periode jangka panjang.
XFresh siap melayani 24/7. Cari lokasi terdekat dari Anda sekarang dan rasakan perbedaannya. Helm yang fresh adalah awal dari perjalanan yang lebih baik.


